DEV Community πŸ‘©β€πŸ’»πŸ‘¨β€πŸ’»

Zen
Zen

Posted on

Kapan harus menggunakan arrow function dan kapan harus menggunakan traditional function?

Salah satu fitur yang membuat keren di Javascript ES6 adalah arrow function. Eh, apa itu? Nah, arrow function ini berguna untuk menyingkat kode fungsi. Misalnya aja, aslinya:

function makan(x){
  do.makan(x)
}
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Bisa disingkat menjadi:

makan = x => do.makan(x)
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Keren kan? Tapi, kapan sih saat yang tepat menggunakan arrow function dan kapan saat yang tepat menggunakan traditional function?

Biasanya

Kalau biasanya, aku pakai arrow function karena lebih simpel dan lebih eye catching.

Kalau ketemu this

Salah satu bug di arrow function adalah, nggak bisa menangkap this.

What?

Iya beneran. Ketika kamu menangkap this di dalam arrow function, maka yang ditangkap adalah this di luar arrow funtion tersebut.

Misalnya aja, kode berikut ini:

$("form").on("submit", x => $.post("/kirim", $(this).serialize()))

// Hasil: this undefined
Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Maka, lebih baik kalau pakai traditional function.

Kalau membuat aplikasi Android

Kalau di aplikasi Android, aku pakai webview. Nah, web versi webview itu biasanya lebih rendah daripada versinya browser. Jadi, aku downgrade teknologinya.

CSSnya aja aku pakai Bootstrap kok. Hehehehe.

Top comments (0)

Why You Need to Study Javascript Fundamentals

The harsh reality for JS Developers: If you don't study the fundamentals, you'll be just another β€œCoder”. Top learnings on how to get to the mid/senior level faster as a JavaScript developer by Dragos Nedelcu.