loading...

Biaya yang diperlukan untuk menjadi programmer? Laptop.

mandaputtra profile image Manda Putra ・3 min read

Semua pekerjaan butuh modal, entah itu dedikasi belajar yang tinggi, relasi, atau uang. Seseorang tanya saya "Mas, kalau mau jadi programmer butuh modal berapa, apa aja?".

Menarik, tidak ada yang pernah tanya seperti ini, padahal saya sering komplain kalau laptop baru harga 4 juta aja masih kalah sama droplet DO yang $5 USD per-bulan.

Makin lama tak terasa jadi programmer bukanlah hal yang 'murah', apalagi sekarang bukan kaya dulu lagi ~ dulu kebanyakan setiap perusahaan menyediakan pegawainya laptop untuk bekerja, sekarang kemungkinan tidak - lebih banyak.

Maraknya co-workingspace juga memberikan dampak tersebut kalau saya fikir, apakah seperti itu? Tapi bisa salah juga wong keputusan perusahaan juga beda - beda, ada yang dikasi ada yang tidak. Tapi hal wajib-nya adalah perusahaan harus punya "Komputer" cadangan ~ gunanya kalau salah satu pegawai alat tempurnya rusak, ya dia bisa langsung pakai yang lain.

Nah mari kita mulai, anggaran yang saya tulis disini adalah biaya seminim mungkin. Ada 2 alat tempur yang perlu diperhatikan:

Internet, 350rb/Bulan

Programmer tanpa internet ~ aku tidak bisa membayangkan. Hidup programmer harus diantara internet dan karena Internet-lah tercipta banyak profesi programmer.

Kenapa kok 350rb? Di ibaratkan kita langganan Indihome (kalau bisa jangan indihome dikit dikit kena blokir, haha). Kok bisa segini? Asliya bisa ditekan jadi cuma 150rb aja kalau kamu nongkrong di wifi.id kalau ga salah dulu voucher-nya 5rebu aja. Tapi kalau digabungkan sama jajan ini - itu ya jadinya 350rb jugak.

Pokoknya pilih yang sekiranya kamu mampu menjalani, mau nongkrong di rumah orang yang punya wifi juga boleh.

Laptop, 4jt - 10jt

Ini laptop saya dulu harga di tahun 2012 3jt di beliin ortu. Saat pertama saya kerja freelance (sekitar tahun 2018) pakai laptop itu, terpaksa saya harus pakai arch, editor geany, karena apa? ringan hemat memori (RAM). Jadi saya masih bisa buka firefox sambil ngoding Angular. Beruntungnya di rumah komputer saya cukup bagus jadi saya jarang pakai laptop buat ngoding kecuali saya harus keluar rumah.

Nah komponen laptop yang aslinya perlu diperhatikan pada saat ingin membeli adalah sebgai berikut.

Penyimpanan harus SSD!

Dalam dunia kerja nanti kebanyakan akan dikasih project yang udah jalan cukup lama. File .git ini ternyata cukup berat untuk project project lama dikarenakan menyimpan banyak histori.

SSD sangat diperlukan dikarenakan proses 'ngoding' selaras dengan proses membaca / menulis file, dengan adanya SSD kita dapat cepat. Perbedaan penggunaan SSD dan HDD ini cukup kentara, aplagi saat git checkout, compiling, hot reload, linting, dan banyak lagi.

Aku selalu rekomen 256Gb, karena ini sangat cukup untuk menyimpan kode, OS, experimen ga penting penting banget dan sebagainya.

CPU ? 2.4Ghz

Soal CPU akusi oke - oke aja mau pakai 1.4Ghz atau 2.4Ghz, tapi tetap rekomen 2.4Ghz, kenapa? Yah ternyata oh ternyata lagi lagi, bukan hanya soal Disk I/O aja.

Peforma CPU ini sangat diperlukan untuk compiling yang memanfaatkan banyak proses pada CPU, Tapi yang terpenting tetaplah SSD.

RAM

RAM minimal 8Gb ~ Dulu 2018 kalau mau build website pakai webpack, aku harus close dulu browser, biar cepat. Menyedihkan tapi tidak apa apa yang penting jalan.

Beberapa program akan memakan banyak RAM, seperti Browser, Android Studio, dan lain lain.

Rangkuman

Tidak juga biaya Internet, Programmer perlu biaya laptop, tentu tanpa laptop-pun kamu bisa ngoding ~ spesifikasi rekomendasi sebagai berikut CPU 2.4Ghz, RAM 8Gb dan SSD 256Gb. Komponen terpenting adalah SSD. Mau bekas atau mau baru, mau bisa di upgrade atau tidak. Yang penting siap tempur :)

Sama oiya kalau mau develop aplikasi iOS / Mac ya harus pakai MacBook yak, ga ada pilihan lain kecuali Hackintos (Kalau mau ribet).

Posted on by:

mandaputtra profile

Manda Putra

@mandaputtra

A former profesional billiard player, now playing with code.

Discussion

markdown guide
 

Nice info gan :) Dari pengalaman saya, semakin terbatas resources yg kita punya (baik itu hardware atau internet) biasanya kita semakin kreatif cari solusi nya dan semakin produktif jadinya, tapi semakin lengkap fasilitas2 nya kok semakin males ya dan kurang produktif ya hahahaa.

 

Haha tergantung orang-nya nih, kadang suka prokas (terlalu bersyukur) kalau apa - apa bisa cepet, mudah - nyaman. Yang penting jangan kendor, justru kalau apa - apa lengkap malah bisa kreatif lagi. :)

 

Satu lagi butuh mental, biar kuat kalau ketemu banyak problem. Kadang semua resource udah tersedia tapi jadi males2an. Harus bisa maintain tubuh&pikiran juga